Hak asasi manusia (HAM), merupakan asas perlindungan terhadap hak-hak manusia yang telah dibawa sejak lahir. Di Indonesia HAM telah dilegalkan menjadi aturan perundang-undangan, jadi siapapun yang melanggar hak asasi orang lain maka akan dikenakan sanksi denda ataupun penjara.

Perundang-undangan HAM telah diterapkan diberbagai aspek kehidupan mulai dari dunia kerja, sosial kemasyarakatan, sampai dunia pendidikan. dalam ekspektasinya memang HAM diterapkan agar dapat mengontrol hak dan kewajiban orang lain, misalnya seorang bos yang tidak dapat berbuat seenaknya kepada karyawan, dan seorang pemimpin yang tidak dapat berbuat sewenang-wenang pada bawahannya.

Namun dalam dunia pendidikan HAM seringkali menimbulkan prahara di kalangan para pendidik terutama guru, kini HAM yang dielu-elu kan dapat menjamin ketertiban hak manusia telah menjadi tameng bagi pelajar untuk berbuat semaunya pada guru. Nilai penghormatan terhadap guru telah banyak terhapus dari kepribadian pelajar. Mereka bisa saja tidak mengerjakan pr, absen kelas, bolos bahkan membantah dan bertengkar mulut dengan gurunya tanpa rasa takut sedikit pun, alasannya sangat jelas, apa yang bisa guru lakukan saat ini selain memarahi? Hanya itu yang dapat guru lakukan saat ini karena pengekangan HAM atas diri mereka, sebab untuk memberikan sanksi terhadap pelajar adalah ibarat meletakan kaki kiri mereka di penjara, ini jelas merupakan kekeliruan yang nyata, sebab untuk menyukseskan pendidikan tidak hanya berasal dari pihak guru namun juga dari peran aktif yang baik dari para pelajarnya.

Bisa disaksikan saat ini di berbagai media betapa mirisnya keadaan nilai pendidikan di Indonesia, hanya karena memberikan sanksi yang sedikit keras guru harus mendekam di jeruji besi, padahal apa yang dilakukan oleh guru adalah semata-mata untuk mendidik muridnya, ini jelas merupakan tindakan yang telah menciderai dan merendahakan martabat seorang guru yang harusnya dijunjung tinggi.

Keadaan bertambah parah dengan mental orang tua murid saat ini yang amat lemah, melindungi anak dengan buta, tak peduli apapun kesalahan anaknya jika guru memberikan sanksi yang dianggapnya berat maka polisi menjadi jalan akhirnya. Ini sangat berbeda dengan dunia pendidikan masa lalu, bila seorang anak melaporkan sanksi yang diberikan guru padanya maka orang tuanya justru memarahi atau bahkan menambah hukuman bagi anaknya, ini didasari mental baik orang tua kala itu yang sangat mengerti bahwa seorang guru tidaklah menjatuhkan sanksi melainkan dalam rangka mendidik.

Selasa, 17 mei 2016, guru bidang studi biologi SMP Negri 1 Bantaeng, Nurmayani, dibui dirumah tahanan kelas II Bantaeng, Sulawesi selatan. Nurmayani menjadi tahanan disebabkan ia mencubit anak didiknya yang merupakan anak dari seorang polisi.(Tribunnews.com) Kasus Nurmayani hanyalah satu contoh prahara HAM dari banyak kasus yang telah nyata terjadi di dunia pendidikan indonesia saat ini.

Fenomena merugikan seperti seharusnya menjadi perhartian khusus dari berbagai pihak terkhusus pemerintah agar hal semacam ini tidak menjadi semakin parah. Butuh kesadaran juga dari orang tua agar tidak melindungi anaknya dengan kasih sayang yang buta. Apapun yang dilakukan anaknya selalu benar, dan siapa pun yang ‘menyentuh’ anaknya berarti sedang mencari masalah, pola pikir aneh.

Pahlawan tanpa tanda jasa adalah gelar seorang guru yang diakui semua orang, sudah seharusnya guru mendapatkan perlakuan yang baik dari pelajar bahkan dari semua pihak, sebab semua aspek kehidupan di dunia ini diawali dari dunia pendidikan yang diajarkan oleh guru, merupakan hal yang sangat tidak pantas jika guru banyak yang dipenjarakan karena hal-hal yang sepele, ini merupakan penistaan terhadap guru. Maka dari itu semua pihak harus membangun kesadaran akan hal ini agar tidak bertambah parah, jika tidak maka dunia pendidikan akan terus berduka dan keberkahan Allah akan hilang sebab perbuatan buruk terhadap seorang guru adalah perbuatan dosa yang besar.

Imam Al Gazhali berkata “ Seseorang yang berilmu dan kemudian mengamalkan ilmunya dialah yang disebut orang besar disemua kerajaan langit, dia laksana matahari yang menerangi alam sedangkan ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak kasturi yang mengharumi orang lain karena keharumannya, seorang yang menyibukan dirinya dalam mengajar berarti dia telah memilih pekerjaan yang terhormat”.

Hak asasi manusia seharusnya memberikan kebaikan kepada semua orang bukan justru memberikan dampak yang sangat buruk bagi seorang guru, Hak asasi memang diperlukan tapi ia seharusnya tidak dapat dijadikan alasan untuk dipenjarakannya seorang guru. (Khairul Amri/Kader LPM PILAR Demokrasi 2016)

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *