PilarDemokrasi.com – Terlihat jelas wajah-wajah serius di foto tersebut. Merekalah orang di balik layar yang berperan penting dalam orientasi mahasiswa baru tingkat fakultas di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII bernama TAMAH (Ta’aruf Mahasiswa). Berlangsung pada Selasa (22/9) hingga Rabu (23/9) dengan tema “Meneguhkan Persatuan”, TAMAH kali ini tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mewabahnya virus Covid-19 di tanah air menjadi penyebab diadakannya TAMAH secara daring.

Foto: Ilham Bayu Nugraha

Sepanjang kegiatan, terlihat banyak teknologi videografi digunakan untuk menunjang acara demi lancar dan suksesnya TAMAH tahun ini. Bekerja sama dengan perusahaan jasa videografi eksternal, mereka turut berjibaku di ruangan memegang kendali alat-alat rumit tersebut dengan fasih.

Foto: Ilham Bayu Nugraha

Dua narasumber yang merupakan pejabat FIAI dihadirkan untuk mengenalkan dunia perkuliahan secara umum di UII, khususnya FIAI, serta memotivasi mahasiswa baru. Dua orang tersebut yakni Kepala Divisi Akademik dan SIM Mabdaul Basar yang memberi penjelasan soal akademik mahasiswa, serta Wakil Dekan II Roy Purwanto yang banyak membahas soal kefakultasan, termasuk ruang-ruang untuk berprestasi dan mengembangkan diri. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab lalu diakhiri dengan pemberian plakat dan sertifikat.

Foto: Abdul Khaliq N.

Foto: Ilham Bayu Nugraha

Protokol kesehatan diperhatikan dalam kegiatan TAMAH ini, seperti disediakannya hand sanitizer dan penggunaan masker. Namun demikian, penerapan protokol tersebut belum sepenuhnya maksimal. Tampak satu-dua panitia yang membuka masker bahkan ketika saling berdekatan. Jaga jarak antar panitia pun sesekali masih terabaikan.

Foto: Abdul Khaliq N.

Foto: Abdul Khaliq N.

Di tempat lain yang tak begitu jauh dari ruang utama, tepatnya ruang microteaching, atmosfer kerja panitia TAMAH juga terasa kental. Para wali jama’ah (waljam) berada di sana, memantau dan mengarahkan mahasiswa baru di jama’ahnya secara daring serta menjawab pertanyaan mereka yang mengikuti TAMAH tahun ini. Protokol kesehatan juga menjadi perhatian dalam ruangan ini. Jarak antara waljam satu dengan lainnya dibuat sedemikian rupa agar tidak saling berdekatan, sesuai aturan yang ada.

Foto: Ilham Bayu Nugraha

Usai rentetan kegiatan selama dua hari usai, seorang pembaca doa berdiri tegap sembari menengadahkan tangan di panggung utama. Dipanjatkannya doa pada penghujung TAMAH itu menandakan berakhirnya seluruh rangkaian acara.

 

Penulis       : Ilham Bayu Nugraha

Editor         : Husain Raihan

Foto utama: Abdul Khaliq N.

 

Reportase bersama: Nadhira Arsya Diva, Akhmad Abdussalam

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *