Pilardemokrasi.com. Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar sebuah kegiatan yang menampung wadah minat dan bakat mahasiswa UII. Bernamakan ‘SECRET’ atau Student Creativity and Education, kegiatan ini berlangsung selama lima hari. Mulai dari tanggal 14, 15, 16, 17 dan 19 Oktober 2019. Kegiatan ini berlangsung di berbagai tempat, seperti Perpustakaan Pusat UII, Bento Kopi Jalan Kaliurang, Praja, Meteor Futsal Jalan Kaliurang, GOR UII serta diakhiri di Lapangan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya (FPSB) UII.

Kegiatan Secret sendiri memiliki logo dengan gambar dua tangan menggenggam sebuah bunga yang terdiri dari delapan kelopak. Adapun makna dari delapan kelopak yakni melambangkan delapan fakultas di UII yang bersatu padu. Bunga tersebut memiliki tiga paduan warna seperti oren, kuning dan juga hitam. Warna oren pada bunga melambangkan mahasiswa yang penuh kreatifitas. Warna kuning melambangkan mahasiswa yang selalu menebarkan kebaikan bagi lingkungannya, serta warna hitam yang melambangkan kaya akan kedalaman ilmunya. Sedangkan maksud dari dua tangan yang menggenggam yaitu kegiatan Secret siap untuk menjadi wadah bagi para mahasiswa.

Berbeda dengan kegiatan Gradasi LEM UII, ketua Steering Committe (SC) Secret Pandu Baskoro mengatakan kegiatan kali ini berfokus pada keilmuan di bidang intelektual seperti diadakannya seminar dan workshop serta minat bakat di bidang kesenian. Lomba berbentuk fisik pun tidak tampak pada kegiatan kali ini, hal ini disebabkan kegiatan Secret merupakan kegiatan pengganti Gradasi yang sempat dibekukan oleh rektorat beberapa waktu lalu.

Berbagai pemateri juga turut mewarnai kegiatan seminar baik dari lingkup internal maupun eksternal UII. Bahkan mantan wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007, founder Berdikari Book serta ketua Asprov PSSI DIY juga turut serta mengisi kegiatan seminar.

Sayangnya, kegiatan kelas kelembagaan yang diadakan pagi tadi (14/10) tampak begitu sepi. Pandu mengaku hal tersebut terjadi karena kegiatan ini bertepatan pada hari Senin di mana para peserta takut antara jadwal kuliah dan kegiatan Secret akan bertabrakan.

“Sebenarnya tu ada mbak, cuman mungkin kan ini juga hari Senin, mereka takut antara jadwal dan sebagainya. Soalnya kalau dari pendataan sendiri sudah banyak yang daftar. Tapi ternyata pas difollow up lagi ya itu ada yang gak bisa dihubungi, ada yang bilangnya kuliah dan sebagainya. Padahal mereka udah ngisi form gitu,” Ujar Pandu Baskoro (14/10).

 

Penulis                         : Mu’arifatur Rahmah

Reportase Bersama   : Ula Ulhusna, Fitriyani Sinabung Sinaga

Foto Oleh                    : Fitriyani Sinabung Sinaga

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *