Identitas Film

Sutradara: Lorcan Finnegan | Penulis Naskah : Lorcan Finnegan, Garret Shanley Produser : John McDonnell, Brendan McCarthy | Pemain : Imogen Poots, Jesse Eisenberg, Eanna Hardwicke, Jonathan Aris |Genre : Comedy, Horror, Mystery, Sci-Fi| Durasi : 1 Jam 37 menit.

 

Cerita berawal ketika Gemma (Imogen Poots) dan Tom (Jesse Eisenberg) yang akan membeli rumah, lalu mereka pun mengunjungi sebuah agen real estate yang cukup aneh. Martin (Jonathan Aris) bermaksud mengantar pasangan muda itu untuk melihat-lihat rumah di kompleks perumahan suburban bernama Yonder. Kemudian Martin mengantar mereka ke sebuah rumah nomor 9. Ketika menemani mereka melihat-lihat keadaan di dalam rumah, Martin tiba-tiba pergi menghilang meninggalkan mereka berdua.

Film ini bisa mendorong setiap penonton untuk terus memikirkan tentang teka-teki yang disajikan melalui film selama berlangsung selain itu misteri yang mengiringi cerita sepanjang film juga membuat penonton menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa mereka terjebak di kompleks perumahan suburban tersebut.

Emosi dan ekspresi karakter Tom dan Gemma sangat tergambar dengan jelas melalui setiap adegan dan terdeskripsi dengan baik lewat potongan-potongan adegan yang melibatkan mereka berdua. Emosi yang ditunjukkan tiap karakter sangat menggambarkan betapa mereka merasa muak dan bosan akan rutinitas mereka setiap hari, selain karena mereka terus berada di rumah yang sama mereka juga terjebak dengan sosok anak yang kemunculannya dipertanyakan.

Kepenatan, keresahan, kelelahan, dan rasa putus asa yang ditampilkan oleh karakter yang terlibat di dalam film seakan membuat penonton ikut merasa hilang harapan terhadap jalan keluar dari permasalahan yang karakter tersebut hadapi. Namun walaupun begitu di tengah-tengah krisis yang sedang mereka alami ada sebuah adegan dimana mereka bisa bersenang-senang lewat hal kecil setelah menyadari bahwa radio di mobil mereka masih berfungsi dan mereka untuk sesaat mensyukuri dengan merayakan kejadian itu seakan hal itu merupakan keajaiban.

Film vivarium bisa dikatakan memiliki sinematografi yang bagus dan menarik untuk diikuti karena tidak hanya karakter, plot, adegan, dan sebagainya yang tersusun dengan rapi secara keseluruhan yang sukses memberikan sensasi kebingungan, rasa penasaran, dan yang pasti sudah menghibur penonton lewat berbagai ketidaktentuan yang dialami oleh karakter, dengan melalui fenomena aneh yang mewarnai serta melengkapi film tersebut maka film vivarium yang sederhana terasa utuh dan sempurna.

Kehadiran karakter bocah laki-laki yang dirawat oleh Gemma dan Tom membuat suasana bertambah frustasi dan menyesakkan tetapi di lain hal karakter tersebut membawa keunikan dalam jalan cerita film ini, sehingga rutinitas mereka yang berjalan seperti biasa tidak terasa monoton dan menjadi bumbu-bumbu dalam kerumitan yang disajikan oleh cerita tersebut.

Plot twist yang ada di akhir film juga berhasil memberikan kesan yang mengerikan dan kesadisan yang ditampilkan oleh tokoh antagonis yang mana seorang pria yang merupakan bocah laki-laki yang sudah dibesarkan dan dirawat oleh Gemma dan Tom. Rupanya yang benar-benar membuat kita terus bertanya-tanya sepanjang film adalah karakter itu karena melalui keberadaan sosoknya tersebut banyak hal baru dan aneh terjadi selama Gemma dan Tom tinggal di rumah nomor 9 tersebut. Karakter tersebut otomatis juga menjadi kunci bagi keseluruhan cerita dari sejak awal hingga akhir sebab banyak menimbulkan tanda tanya besar selama film berlangsung, selain makin memberikan kejanggalan yang mungkin bisa membuat kita terus mencari tahu alasan mengapa hal tersebut terjadi.

Kekurangan dari film ini mungkin dirasakan dari suasana kebosanan yang menyesakkan untuk Gemma dan Tom yang juga mempengaruhi audiens yang sedang menikmati film ini dan terasa agak kosong ketika konflik berlangsung hingga bagian klimaks karena adegan yang ditampilkan kurang memberikan sensasi dimana penonton merasa tegang, namun dalam film ini penonton lebih banyak dibuat bertanya-tanya dan menebak serta memikirkan serangkaian misteri dan permasalahan yang ada di film tersebut.

Secara keseluruhan film ini bagus dan dapat menginspirasi kita tentang bagaimana fenomena kehidupan ketika kita di fase yang sama untuk berkeluarga, hidup mandiri, dan bertanggung jawab akan segala hal yang terjadi meskipun hal tersebut lebih besar dan belum pernah kita tanggung sebelumnya. Kebosanan yang terjadi karena kita sudah memilih kehidupan yang seperti itu wajar terjadi karena siklus kehidupan yang kita alami dalam hidup ini akan terus berlanjut.

 

Penulis: Vonny Margaretha
Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia

Penyunting: Nadia Hasna

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *