Judul: Muslihat, Politik, dan Rencana Ekonomi Berjuang Penulis: Tan Malaka Penerbit: Penerbit Narasi Cetakan: Cetakan I, 2018 Tebal: 238 halaman ISBN: (10) 9791685487 (13) 9789791685481

Hari itu menjadi sebuah perbincangan hangat oleh pemuda-pemuda, yaitu Mr. Apal, Toke, Denmas, Pacul, dan Godam. Hari setelah masa kemerdekaan. Perbincangan hangat itu mengenai terciptanya kemerdekaan negara ini setelah berhasil mengusir tentara Belanda, juga tentara Jepang, tidak ketinggalan Spanyol dan Portugis di masa sebelum-sebelumnya.

Apa yang diusahakan itu merupakan suatu jerit payah rakyat untuk melucuti tentara negeri orang. Dalam penyerangan yang dilancarkan penjajah, rakyat Indonesia sendirilah yang menjadi budak dalam memenuhi kebutuhan tentara penjajah, yakni mereka dipaksa untuk bercocok tanam, membangun jalan, serta kerja paksa oleh penjajah.

Pernah penjajah membangun sebuah sekolah rakyat juga, namun itu semua ternyata kembali kepada kepentingan mereka semata. Memerlukan tenaga kerja yang sedikit lebih terampil, dan menempatkannya di posisi semisal penjaga tiket kereta. Betapa kejinya penjajah waktu itu.

Berkat perlawanan rakyat dengan strategi gerilya, mereka berhasil mengusir bahkan melucuti penjajah. Muslihat yang dilakukan oleh rakyat menjadikan kemenangan bangsa ini. Perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti sampai kemerdekaan itu saja. Merdeka yang sekarang belum ada artinya dalam skala ekonomi.

Arti “merdeka” bagai melihat burung gelatik. Dia bisa terbang ke sana ke mari, dari pohon ke pohon mencari makan. Alangkah senang hatinya. Dimana ada makanan, dia berhenti makan sambil menyanyi. Kalau hari senja dia pulang ke sarangnya. Itu namanya merdeka. Tak ada kesusahan, selalu riang gembira,

Tan Malaka, dalam bukunya yang sebagian besar menceritakan politik dan rencana ekonomi ini, berhasil membuat kita dapat mengetahui dan merasakan keadaan pada waktu itu. Dinamika Pembangunan pabrik, keadaan para pekerja, serta bermunculannya mesin-mesin besar milik pabrik.

Itu, menurut Tan Malaka, yang diinginkan untuk menciptakan ekonomi berjuang. Tan Malaka juga menceritakan krisis di dalam bukunya. Di mana keadaan suatu barang melimpah tetapi rakyat tidak dapat membelinya disebabkan sistem kapitalis yang digunakan pemilik pabrik.

Krisis yang dimaksud ialah keadaan yang serba kekurangan di satu kutub, dan serba kelebihan di kutub yang lain. Ketika suatu pabrik menghasilkan bahan yang sangat banyak tetapi jumlah permintaan kecil. Nilai mata uang semakin kedepan semakin tinggi sehingga masyarakat tidak bisa mengimbangi harga. Itulah krisis melanda yang melanda kala itu.

Diceritakan juga dalam buku ini, tentang sistem kapitalis yang digunakan oleh beberapa negara besar, yakni Inggris, Rusia, Amerika Serikat, dan Belanda. Di dunia kapitalis ekonomi itu, penghasilan dan pembagian itu tak diatur, liar saja. Dalam masyarakat kapitalis, manusia itulah yang dikendalikan oleh ekonomi, bukannya ekonomi yang dikendalikan oleh manusia.

Dalam menyajikan pembahasan menarik, mereka—Mr. Apal, Toke, Denmas, Pacul, dan Godam—di dalam buku ini melakukan perbincangan rencana Indonesia dalam menerapkan suatu sistem ekonomi.

Kapitalis yang digunakan beberapa negara tersebut memang menguntungkan, tetapi makna yang sebenarnya adalah pencurian oleh pemilik perusahaan yang berdiri. Dasar rencana ekonomi mencocokkan produksi dengan konsumsi. Tekniknya dengan meninjau keadaan; pertama, industri. Kedua, kemiskinan. Ketiga, gaji. Dan terakhir perdagangan luar negeri.

Melakukan tindakan itu, kita sudah siap dengan rencana ekonomi berjuang. Biarlah kaum imperialis membabi buta. Semua kota besar mungkin mereka bisa duduki. Tetapi, selama lembah, daratan, dan lereng gunung terus ditanami menurut rencana ekonomi yang teratur rapi, selama semangat rakyat seluruhnya masih bulat percaya pada hak kemerdekaannya, akan tercipta kehidupan rakyat Indonesia yang maju, terarah, sesuai rencana.

Rencana Indonesia melakukan sistem sosialis, di mana bukan hanya pemilik perusahaan yang dapat menikmati kesejahteraan ekonomi, tapi juga pekerja buruh juga bisa merasakannya. Rencana Ekonomi Berjuang sampai di situ.

Hal yang perlu diperhatikan dalam buku ini, adalah kesesuaian penerapan rencana ekonomi dan politik di zaman sekarang. Zaman teknologi serba maju, internet merajalela, penerapan rencana tersebut akan sangat sulit dilakukan sekarang. Tidak cukup kalau hanya  dengan meninjau empat faktor di atas, pasalnya intelektual sekarang yang perlu ditekankan.

 

Penulis: M. Fadel Assidiq

Editor: Herlina Nur Afida

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *