Penyelenggaraan salah satu agenda Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) tahun ini yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Universitas Islam Indonesia  (UII) di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), yaitu kampanye mimbar pada hari Senin kemarin (09/05/2016), diwarnai beberapa kendala teknis. Dari gambaran penyelenggaraan pada hari itu, acara yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB mundur hingga hampir dua jam dari jadwal semula, tempat pelaksanaan acara yang berada di depan gedung perkuliahan FIAI juga hingga adzan dzuhur selesai berkumandang belum dilengkapi dengan tenda dan kursi, sehingga peserta dan calon legislatif duduk di tangga tiang bendera ketika mengikuti jalannya acara. Lokasi penyelenggaraan juga tidak steril dari kendaraan, sehingga acara berlangsung berdampingan dengan beberapa mobil yang terparkir di sana.

Mau’izhatul Hasanah, calon legislatif  untuk Universitas dari prodi Ekonomi Islam mengomentari terkait acara yang dimulai tidak tepat waktu dan tempat yang menurutnya kurang layak. Dirinya kecewa dengan waktu penyelenggarakan yang mundur hingga 2 jam.

“Tempatnya memang kurang layak, setidaknya ada fasilitas yang lebih memadai. Karena banyak tamu dari mahasiswa lain yang harus lebih dihargai. Hal itu akan membuat mereka lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan ini”, jelasnya.

Caleg FIAI, Fauzi juga berkomentar terkait penyelenggaraan kampanye mimbar kemarin. Menurutnya, panitia telah berusaha untuk dapat merealisasikan acara tersebut. Namun demikian, ia juga menyoroti kurangnya persiapan dari panitia dalam menyelenggarakan acara tersebut.

“Itu terbukti dari jam 08.00 WIB tidak ada orang sama sekali (di lokasi acara), panitia pun tidak ada. Bahkan ada salah satu calon legislatif yang sudah datang ke sana dan bertanya apakah acara jadi dilaksanakan atau tidak”, terang Fauzi.

Tanggapan sedikit berbeda dilontarkan oleh Faisal mandau, caleg FIAI lainnya. Menurut Faisal, titik kesalahan yang menyebabkan acara mundur hingga 2 jam berada di ranah teknis Panitia Wilayah (PANWIL) sendiri. Menurutnya, selaku eksekutor, PANWIL terlihat belum siap melaksanakan konsep dari KPU pusat.
Keluhan yang disampaikan oleh beberapa calon legislatif tersebut ditanggapi oleh Ahmad Prakosa, ketua PANWIL FIAI. Pihaknya mengakui telah terjadi kesalahan teknis saat kampanye mimbar kemarin. Ia menuturkan, tenda dan kursi yang seharusnya sudah dipesan sehari sebelumnya, hingga hari H belum dipesan. Namun begitu, pihaknya menegaskan koordinasi antara Panwil dengan KPU pusat sebenarnya berjalan dengan baik. Tenda dan kursi yang dimaksud baru dipasang pukul 12.30 sekalipun belum juga mampu menampung seluruh audiens yang datang. Ketika menjelang sore hari turun hujan lebat di lokasi kampanye, panitia memindahkan lokasi kampanye ke dalam gedung bagian depan dekat dengan ruang Dekan FIAI.
Sementara terkait sosialisasi penyelenggaraan kampanye mimbar, sebagian caleg mengaku tidak dihubungi dan diberitahu secara langsung perihal itu.

“Kami mendapatkan info dari line. Dari pihak panitia tidak ada sama sekali menghubungi saya secara pribadi. Panitia hanya menginfokan di sosial media, padahal tidak semua caleg memiliki sosial media”, tutur Fauzi.

Hal lainnya yang mewarnai kampanye calon legislatif kemarin adalah antusiasme mahasiswa FIAI yang minim. Mahasiswa FIAI, yang notabene adalah pemilik suara, sampai kampanye hampir selesai terlihat tidak lebih dari 100 orang yang hadir menyaksikan pemaparan visi-misi calegnya. Beberapa mahasiswa bahkan mengaku tidak tahu menahu sedang kalau pada hari itu ada kegiatan kampanye calon legislatif.
Kali ini Prakosa membantah bila dikatakan pihak penyelenggara tidak melakukan transformasi agenda KPU kepada tiap- tiap calon legislatif. Sepengetahuannya, KPU telah memberikan rundown agenda-agenda pemilwa kepada masing-masing calon legislatif., termasuk jadwal kampanye caleg.

“Kalau mereka (caleg) ngga tahu, berarti mungkin mereka yang kurang paham”, jelas prakosa.

Namun, perihal sosialisasi kepada mahasiswa FIAI, Prakosa mengakui sosialisasi memang tidak terlalu intensif dilakukan. Publikasi dan sosialisasi hanya melalui media sosial dan banner pemilwa yang terpampang di depan tiap gedung fakultas. Di lain tempat, Dwi purnomo, yang juga merupakan salah satu caleg FIAI ketika diwawanarai mengharapkan agar mahasiswa tidak lagi bersifat apatis terhadap agenda-agenda semacam ini. Meskipun, hadir atau tidak tetap menjadi hak masing-masing individu.
Mau’izhatul Hasanah, Fauzi, Dwi purnomo, Faisal dan calon legislatif lainnya berharap, panitia penyelenggara lebih siap dalam merealisasikan seluruh agendanya, sehingga kekurangan dan kesalahan teknis yang timbul pada saat kampanye mimbar kemarin tidak lagi terulang dikemudian hari. Setelah kampanye mimbar, agenda selanjutnya akan dilaksanakan pada 11 Mei mendatang di tempat yang sama adalah debat calon legislatif Fakultas. (Ghazian Luthfi/Sri,Fira,Umi)

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *