Ya Allah!

Sekarang tak ubahnya abad

machiavellian bermunajat ke sorot lampu

berharap panggung di tiap persimpangan

Diberi tepuk tangan bukan sirene mobil

 

Sesampai di tujuan baru bangun

mimpi siang bolong memang kaleng-kaleng

tertinggal izin ibunda sebab belum berpamit

atas membagikan mawar sepanjang lintasan

 

Mungkin minyak kayu putih di rumah

mengalahkan harum semerbak

yang barangkali ampuh menipu

penonton sinetron kehidupan

bertemakan drama politik.

 

 

Penulis: Habibah Auni

Mahasiswa Teknik Fisika UGM. Menjabat sebagai Redaktur di Gebrak Gorontalo. Puisi-puisinya telah dimuat di media online dan cetak seperti Harian BMR Fox, Perdana News, dan Fopini.id

Gambar: The New York Times

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *