Pilardemokrasi.com–Kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (13/8). Hari itu menjadi hari yang bersejarah bagi mahasiswa-mahasiswi baru (maba-miba) UII Angkatan 2018/2019, karena pada hari itu mereka berkumpul di Auditorium Kahar Muzdakir untuk mendengarkan kuliah perdana (Kulper).

Pagi itu sekitar jam 9 pagi kuliah perdana resmi dibuka oleh Rektor UII Fathul Wahid seusai ia memberikan sambutan kepada maba-miba. Dalam Kulper kali ini, UII mengundang CEO Bukalapak yaitu Fajri Rasyid untuk memberikan materi kuliah perdana kepada maba-miba UII dengan tema “Membangun Indonesia melalui Ekonomi Digital”.

Pagi itu Fajri mengatakan, “Setiap mahasiswa dan mahasiswi tidak hanya jurusan informatika saja yang paham akan dunia digital, karena ketika kalian memasuki dunia kerja, pengetahuan dalam menggunakan digital dalam perkerjaan merupakan suatu keharusan.”

Kemudian ia melanjutkan, jika kita tidak memliki kemampuan menggunakan teknologi digital maka kita akan tertinggal. Pada tahun 2017 saja, pasar online di Indonesia mencapai 50 miliar Dolar. Namun, jika dibandingkan dengan prediksi pada tahun 2025, jumlahnya meningkat pesat, yakni 200 milar Dolar.

“Oleh karena itu, jika kita tidak memanfaatkan pasar tersebut maka siapa lagi yang akan memanfaatkannya?” Ucap Fajri seolah bertanya pada maba-miba.

Menurutnya, dalam memanfaatkan peluang, tentu ada langkah yang harus dipenuhi. Langkah  pertama adalah menemukan ide bisnis. Ide bisnis adalah suatu usaha yang ingin kita bangun, seperti usaha rumah makan, fashion, dan lain-lain.

“Langkah ini sangatlah penting karena akan menentukan langkah-langkah berikutnya,” kata Fajri.

Langkah kedua, melihat tren baru di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan, contohnya seperti di luar negeri, ada mesin pizza yang membuat pizza dari nol sampai jadi dalam waktu tiga menit. Ini menunjukan pentingnya melihat tren terbaru karena jika tidak kita akan kalah cepat dengan pesaing kita.

“Kebanyakan orang, ketika membutuhkan modal, mereka bertanya dari mana modalnya? Tapi, ketika ditanya untuk apa modalnya mereka akan bingung,” jelas Fajri.

Langkah ketiga adalah modal. Menurutnya, modal haruslah disertai dengan rencana bisnis yang baik, yakni kita harus tahu persis modal yang kita perlukan. Langkah terakhir eksekusi. “Eksekusi yang baik mengalahkan ide yang baik.”

Pada materi yang disampaikannya, Fajri mencoba untuk menyadarkan kepada mahasiswa baru mengenai peluang bisnis pada era ini dengan tujuan agar mahasiswa sadar bahwa meraka bukanlah sekedar pelajar tapi merupakan seorang agen perubahan yang dapat membantu masyarakat dan keluarganya. (Hani Syahidah)

Reportase bersama: Ula Ulhusna

Foto oleh: Supriadi

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *