Judul: Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis

Penulis: Rusdi Mathari

Penerbit: Buku Mojok

Genre: Agama

Tebal buku: 112 halaman

Tahun terbit: Januari 2019

ISBN: 978-602-1318-80-5

 

Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis merupakan kumpulan kisah Islami yang dalam setiap judulya menyampaikan pesan-pesan yang dapat menenangkan hati bagi pembacanya. Buku ini berisi mengenai refleksi diri sebagai manusia dan pemahaman mengenai Islam yang rahmatan lil aalamiin. Hal ini yang harus diperhatikan karena pada zaman sekarang fanatisme terhadap agama mulai memuncak serta toleransi sesama manusia mulai hilang.

Buku ini juga menyampaikan pesan moral yang menyatakan bahwa dalam beragama setiap individu mempunyai hubungan antara manusia dengan tuhannya dan manusia dengan manusia. Dalam konteks tersebut manusia diajarkan untuk melakukan kebaikan antara sesamanya.

Seperti salah satu kisah yang ditulis oleh Rusdi Mathari yang berjudul “Nasrani”. Dalam tulisan tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai manusia yang hidup bersosial harus mempunyai sikap toleransi yang tinggi terlebih pada saudara nonmuslim. Hal itu karena urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.

Tulisan tersebut juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW membiarkan kaum Nasrani untuk beribadah di dalam Masjid. Adapun pesan yang dapat diambil dalam tulisan tersebut ialah sikap toleransi sangat penting tidak mengenal perbedaan agama dan dari mana meraka berasal.

Selanjutnya dalam buku Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis, terdapat juga tulisan yang  berjudul “kambing”. Tulisan ini menceritakan tentang kisah Nabi Nuh yang sedang menanam sebatang pohon dan beliau tidak meyadari ada seekor kambing yang menghampirinya. Nabi Nuh menoleh dan menertawakannya sambil berkata, “Jelek banget sih kamu.”

Itu terjadi karena penampakan kambing itu mempunyai kaki lima (tiga di depan dan dua di belakang), bermata tiga, dan mulutnya moncong. Kemudian Nabi Nuh menyadari bahwa ucapannya telah keliru karena merasa sombong dan paling sempurna.

Alasan itulah yang menyebabkan beliau tidak berhenti menangis sebab keinginannya untuk meminta maaf tidak bisa dilakukan karena kambing  yang  ditertawakannya telah pergi dari pandangannya. Dalam buku yang ditulis oleh Rusdi Mathari ini, tidak hanya menyampaikan pesan toleransi tetapi juga menyampaikan pesan moral bagi pembacanya agar selalu bersyukur dan menghargai sesama, karena seburuk apapun dan sejelek apapun semua mahluk pencipta kita semua tetap sama.

Buku laki-laki yang Tak Berhenti Menangis membawa pesan yang sangat menyejukkan hati bagi saya, karena di tengah zaman yang mungkin semakin tua kita selalu mengganggap bahwa diri kitalah yang paling benar dan menggangap orang lain salah serta menyombongkan diri dengan segala kelebihan yang kita punya.

Selain itu, buku yang ditulis oleh Rusdi Mathari ini tidak hanya menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan hati, tetapi juga mengajak kepada kita semua untuk berserah diri kepada sang Pencipta dan selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan-Nya.

Rusdi Mathari sendiri adalah salah satu orang yang aktif menulis di situs mojok.co. Penulis ini lahir di Situbondo pada tanggal 12 Oktober 1967. Penulis  pernah juga menjalani karir di bidang redaksi yang sudah malang melintang. Misalnya ia pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa kantor berita seperti lepas Suara Pembaruan, redaktur Info Bank, Detik.com, dan terakhir sebagai redaktur eksekutif Rimanews.com.

Penulis juga pernah menjadi peserta crash program reportase investigasi (ISAI Jakarta) di Bangkok, Thailand. Melalui berbagai pengalaman kerja penulislah, akhirnya penulis pernah mendapatkan penghargaan sebagai penulis berita terbaik dari beberapa lembaga.

 

Penulis: Miftah Ayu A.

Editor: Mu’arifatur Rahmah

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *