SASTRA

Khayal

Tak terbalas… Tak berbalas… Apalah arti dunia ini jika hayal masih terbatas. Bebaskan…!!! Hanya itu kata yang pantas. Meski mengerti, halau tak pernah lepas. Harga diripun kini dirampas. Ku tak…

Read More

Tangisan Inari

Setelah pulang sekolah, saya melangkahkan kaki menuju rumah bu Herlina hingga jam menunjukkan pukul tiga sore. Tiba-tiba saya mendengar suara tangisan yang berasal dari sana, yang menangis pasti Inari. Bu Herlina duduk di kursi teras, Inari…

Read More

Muara Tragedi

Mesin kopi mendesak bunyi. Musik bertempo cepat, penuh hentakan dan teriakan. Sejoli menukar cerita. Satu gerombolan berjumlah tiga orang asyik menukar obrol tentang politik dan sesuatu yang runyam. Lelaki paruh…

Read More

Tiga Stanza

Satu dari dua puluh empat jam di hidupnya, lelaki itu selalu menyempatkan diri berkunjung ke bundaran patung WR Supratman. Dia tak bergeming, hanya tersenyum tawar. Entah apa yang disembunyikannya, semuanya…

Read More

Balada Pengemis Tua

Sejak istrinya meninggal dunia sebulan lalu, lelaki yang usianya pada tahun ini menapaki angka 72 itu memilih menjadi seorang pengemis. Ia memutuskan untuk menjadi seorang pengemis bukan lantaran karena ingin…

Read More

Menggapai Mimpi

Rian tersenyum puas. Ia keluar dari ruangan kantor atasannya dengan perasaan bahagia yang meluap tak terkira. Telah lama ia menimbang keputusan seperti ini. Mengakhiri pekerjaan demi cita-cita yang diimpikannya sejak…

Read More

Pelarian

Kakek Adam terlihat lemah. Badannya kurus tinggal dibungkus tulang dan kulitnya saja. Matanya masuk ke dalam. Saban malam ia mengigau, “Indonesiaku, Indonesiaku,” kata itu keluar begitu saja dari bibirnya yang kering…

Read More

Rindu Terselebung Tanda Tanya

Rindu terselebung tanda tanya Menciptakan diksi-diksi cinta Menyuarakan hati yang sepi terselubung rindu Mendadak pikiran kehilangan akal sehat Hanya karena cinta terbatas oleh rindu Diksi-diksi cinta selalu menjadi sarapanku Mengiramakan…

Read More

Mimpi

“Dalam hidup belum adil rasanya kalau kita belum menangis ataupun tertawa. Seringkali kita beranggapan bahwa hidup akan terasa sulit tanpa pernah mau menengok ke bawah.”   Mentari merupakan seorang wanita manis dari sebuah kota kecil…

Read More

Semusim

Hujan berganti kemarau Purnama pun telah beralih Mawar hanya tersisa duri Sebab masa berbunga telah usai Raga telah hilang hati Olehnya menjadi tak perasa Peluh tak bisa lagi bersua Semesta…

Read More