CERPEN

Setelah Berkenalan dengan Lelaki, Ia Selalu Menggelengkan Kepala

Ia selalu menggelengkan kepala usai berkenalan dengan seorang lelaki, dengan segala umur. Tidak ada satu pun yang tahu mengapa ia menggelengkan kepala. Bila ada yang bertanya soal penyebabnya, ia selalu…

Read More

Aku Ingin Jadi Bodoh

Aku menyilangkan tangan, mengkal. Tua bangka berpangkat guru di hadapanku ini sama saja dengan menjilat ludah sendiri. Sudah jelas dia bilang bahwa semua orang bebas bermimpi, lah ini mimpiku malah dia…

Read More

Kertas yang Menangis

Gemuruh suara disertai riuh sorak-sorai atas kejayaan seorang pemimpin. Semua orang menyambut kemenangan dan kejayaannya. Bahkan gedung pun bergenderang menabuhkan diri merayakan kehebatannya, pohon meliuk, menarikan batang dan daunnya dengan…

Read More

Kutu Buku yang Menjemput Ajal

Sebuah peluru gas air mata keluar dari wadahnya. Membutakan sejenak mata seorang kutu buku yang berdiri di tengah ribuan anak Adam. Ia terjatuh karena terdorong. Badannya terinjak-injak oleh kaki-kaki yang…

Read More

Rogyapas Yang Mencacah Jenazah

Setelah kedatangan satu wisatawan yang belakangan diketahui dari Asia itu, tugas Rogyapas dan kapak tembaganya kini telah mendapat mangsa. Tiap hari Rogyapas selalu mengasah kapak bermata runcingnya itu sebagai bentuk…

Read More

Semur Ini Dimasak Menggunakan Tungku

Setiap pagi aku menikmati asap yang mengepul dari dapur. Asap yang dihasilkan oleh kayu yang dibakar untuk menanak nasi atau apapun yang sedang dimatangkan di atas tungku. Di dapur memang…

Read More

Langgas

Aku langgas! Sekali lagi Marini melaungkan kalimat itu kepada pekatnya malam. Batinnya bergemuruh. Sebuah harapan mengalahkan rasa lelah pada dirinya. Seketika itu ia tersenyum. Namun, pada detik selanjutnya ia menangis.…

Read More

Tangisan Inari

Setelah pulang sekolah, saya melangkahkan kaki menuju rumah bu Herlina hingga jam menunjukkan pukul tiga sore. Tiba-tiba saya mendengar suara tangisan yang berasal dari sana, yang menangis pasti Inari. Bu Herlina duduk di kursi teras, Inari…

Read More

Muara Tragedi

Mesin kopi mendesak bunyi. Musik bertempo cepat, penuh hentakan dan teriakan. Sejoli menukar cerita. Satu gerombolan berjumlah tiga orang asyik menukar obrol tentang politik dan sesuatu yang runyam. Lelaki paruh…

Read More

Tiga Stanza

Satu dari dua puluh empat jam di hidupnya, lelaki itu selalu menyempatkan diri berkunjung ke bundaran patung WR Supratman. Dia tak bergeming, hanya tersenyum tawar. Entah apa yang disembunyikannya, semuanya…

Read More