Suara ketukan palu baru saja terdengar sebagai simbol pengesahan isu yang diangkat selama Sidang Umum (SU) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Keluarga Mahasiswa (KM) UII. Kali ini, Sidang Umum ke-40 tersebut mengangkat salah satu isu terkait pengangkatan Jamaah Al-Farabi (JAF) dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi Lembaga Khusus (LK) Fakultas.

Isu tersebut disahkan oleh Pimpinan Sidang Umum pada Senin (13/01/2020) malam berdasarkan atas berbagai macam pertimbangan, meski sebelumnya terdapat beberapa kontroversi dalam forum. Sebagai anggota terpilih Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIAI periode 2019-2020, Tri Sasono Hadi menanggapi bahwa salah satu pertimbangan pengangkatan JAF karena dianggap mampu menciptakan kader yang berkompeten.

Selain itu, apabila melihat dari segi kebermanfaatan serta kebutuhan, FIAI diharapkan dapat mewujudkan salah satu pilar peran khusus mahasiswa yaitu dakwah Islamiyah. Melalui perwujudan tersebut, mahasiswa FIAI diharap mampu menerapkan pilar dakwah islamiyah pada masing-masing lembaganya, sehingga dapat menjadi pionir atau contoh bagi institusi dan fakultas lainnya. Apalagi ilmu Islam merupakan suatu bidang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Penginnya kita dengan adanya ini, supaya teman-teman JAF bisa naik terus dalam hal dakwah. Tau empat pilar sebagai peran khusus mahasiswa? Kita pengin mewujudkan FIAI sebagai pewujud terakhir, yaitu dakwah Islamiyah,” terang Tri.

Sebaliknya, sebagai demisioner JAF, Lintang menuturkan adanya wacana pengangkatan ke LK ialah akibat ruang gerak yang terbatas karena struktural di KM UII. Sebagai UKM, JAF berada di bawah keorganisasian Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM). Hal ini menyebabkan beberapa program kerja juga mengalami penyendatan karena risiko yang terjadi saat menjalankan birokrasi. Seperti halnya dalam menyelenggarakan open recruitment (oprec) anggota baru. JAF baru dapat melaksanakan oprec apabila sidang umum telah dilaksanakan di tingkat universitas dan fakultas. Baru selanjutnya JAF dapat melakukan Musyawarah Besar dan oprec, sehingga sering kali mahasiswa yang mendaftar menjadikan Al-Farabi sebagai pilihan kedua, bahkan ketiga atau keempat, karena mereka telah mengikuti pendaftaran di lembaga lain.  Selain itu, Lintang juga menuturkan bahwa pengangkatan JAF menjadi LK karena adanya nilai keislaman di lembaga dakwah tersebut.

“Pada dasarnya seperti yang telah dijelaskan pak Bayu sih, nilai keislaman yang ada di Fakultas Agama Islam, dimana kalau kita sebagai lembaga dakwah yang seharusnya mendakwahkan Islam di FIAI tapi masih di bawah instruksi dimana orang-orang yang di atas kita pun belum tentu berkompeten dalam bidang itu sendiri. Bidang keislaman, itu dasarnya,” jelas Lintang.

Isu pengangkatan JAF menjadi LK sebenarnya telah ada sekitar tahun 2015 lalu. Sayangnya, tingkat kinerja JAF yang tidak stabil menjadi sebuah kendala pengangkatan isu tersebut. Hal itu juga diakui oleh Lintang sebagai demisioner JAF. Ia menyebutkan bahwa adanya konflik akibat dinamika keorganisasian membuat sumber daya manusia yang ada tidak siap atas pengangkatan wacana tersebut. Selain itu, adanya kendala dari internal DPM periode sebelumnya membuat isu ini akhirnya tertunda. Bahkan dalam Sidang Umum ke-40 tersebut, ketua JAF menyebutkan adanya kebimbangan oleh anggotanya antara memilih Al-Farabi menjadi Lembaga Khusus atau berada di bawah dekanat. Meskipun akhirnya, ketua JAF menyatakan kesiapannya untuk menaikkan Al-Farabi menjadi lembaga khusus.

“Karena kemarin juga sudah mendapat beberapa masukan. Kan kita ketika mau masuk ke lembaga khusus, kan gak semena-mena dari kita aja ya. Kita minta masukan dari alumni dan semua. Nah kita kepikiran dari program kerja atau peran fungsi ketika kita ingin masuk di bawah dekanat. Nah, kalau kita di bawah dekanat kita juga harus istilahnya ikut apa yang diinginkan dekanat, sedangkan kalau di lembaga khusus, tanpa harus di bawah dekanat kita masih bisa bekerja sama dengan dekanat,” ucap Lintang.

Tri juga menambahkan apabila JAF berada di bawah dekanat, maka nama merekalah yang akan terpakai, bukan mahasiswanya. “Saya tanya gini, FIAI besar kan mahasiswanya, katanya, lembaga mahasiswanya? Kenapa sih mahasiswa FIAI gak punya kapasitas menciptakan ini loh kita mahasiswa FIAI, bisa bergerak di masyarakat,” tambah Tri.

Meski belum mengajukan proposal pembentukan LK baru, JAF diberi kesempatan untuk menyelesaikan dokumen tersebut selama 21 hari, terhitung sejak palu diketuk pada Senin lalu. Apabila proposal tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu tersebut, maka secara nyata JAF tidak dapat menjadi lembaga khusus dan ia akan kembali ke asalnya yaitu UKM. Sebaliknya, apabila JAF telah menyelesaikan dan menyerahkan proposal, maka keputusan selanjutnya berada di tangan DPM. DPMlah yang kemudian akan menilai layak atau tidaknya proposal tersebut. Jika DPM telah menyetujui, maka terdapat pemberitahuan kepada lembaga lainnya terkait pengesahan proposal.

“Kita di DPM F, sebisa mungkin akan netral, karena kenapa? Kita gak cuma satu JAF kita urusi, semua kita urusi. Kemudian kalau teman-teman percaya sama teman-teman lembaga sekarang, ya keputusan di pimpinan. Sudah ada pimpinan fakultas. Teman-teman harus percaya dengan pimpinan fakultas. Terkait iya tidaknya, kita punya karakter sendiri,” imbuh Tri.

Setelah proposal disetujui, selanjutnya LK baru dapat melaksanakan uji coba selama enam bulan. Terkait bentuk uji coba yang netral, hal tersebut menjadi ruang lingkup DPM yang tidak dapat disebutkan secara rinci. Begitu pula ketika pengangkatan resmi JAF menjadi LK baru. “Kemarin dikonsideranskan enggak? Enggak, kan? Tapi sesuai keputusan pimpinan sidang, kan? Makanya ketika kemarin adalah pengangkatan sebagai uji coba mereka jadi, terus pengangkatannya akan regatif kepada DPM. Kenapa? Keputusan tertinggi ada di, ketika SU sudah selesai ada di tangan DPM,” ujar Tri.

 

Penulis                           : Mu’arifatur Rahmah

Reportase Bersama     : Abdul Khaliq Napitupulu

Sumber Foto                  : muslimah news.com

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *