Ket. foto: Hand sanitizer ditempatkan di sejumlah titik di gedung FIAI, tempat panitia TAMAH bekerja.

 

PilarDemokrasi.com – Orientasi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Agama Islam UII, Taaruf Mahasiswa (TAMAH), tahun ini dilaksanakan secara daring pada Selasa (22/9) hingga Rabu (23/9). Hal ini tak lepas dari pandemi Covid-19 yang memaksa perguruan tinggi tidak bisa beraktivitas normal, sesuai intruksi pemerintah. Seluruh acara disiarkan langsung via Youtube.

“Persiapan siaran lsngsung TAMAH dari gedung FIAI mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Jadi kita untuk TAMAH kali ini mengonsep acara sesuai dengan aturan pemerintah, seperti menggunkan protokol kesehatan dan lain sebagainya”, jelas Rizal Zainuddin selaku ketua TAMAH 2020 saat diwawancarai tim PilarDemokrasi.com (26/09).

Dalam penerapan protokol kesehatan, panitia bekerja sama dengan petugas gedung FIAI. Masuk keluar gedung hanya dapat dilakukuan melalui satu pintu dengan pemeriksaan. Seluruh panitia, tamu, dan pemateri melewati pintu utama gedung FIAI dan wajib mencuci tangan, memakai masker, dan bersedia dicek suhunya.

“Jadi untuk panitia, tamu, semua masuk itu sudah menggunakan protokol kesehatan. Namun untuk panitia yang berkepentingan dengan LEM dan sebagainya diperbolehkan lewat pintu belakang yang berada di dekat mushola,” sebutnya.

“Kita juga mengajurkan untuk menggunakan masker dan handsanitizer di manapun berada”, tegas Rizal. Panitia juga menyiapkan handsanitizer di tiap-tiap ruangan yang digunakan seperti ruang transit pemateri dan ruang siaran langsung.

Meski demikian, tak sedikit panitia yang belum menerapkan protokol tersebut dengan baik. Menurut pantauan tim PilarDemokrasi.com, sejumlah panitia dan tamu di lokasi masih lalai dalam penggunaan masker, seperti menurunkan ke dagu, bahkan saat interaksi jarak dekat.

Terkait hal ini, Rizal menyebut ada sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan. Ketika kedapatan panitia melanggar peraturan, ya maka kita akan menindak dengan teguran. Jika tidak bisa dengan teguran baru kita sanksi sesuai dengan yang sudah kita atur, ucapnya.

Ketidakpatuhan panitia terhadap protokol kesehatan juga tampak pada foto yang diunggah akun Instagram Dewan Perwakilan Mahasiswa FIAI, Kamis (15/10). Saat foto bersama, tidak ada jarak fisik yang diterapkan. Namun, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Jumat (16/10) Rizal menyebut, hal itu hanya dilakukan untuk dokumentasi.

Ket. foto: Panitia foto bersama tanpa melakukan jaga jarak dan menggunakan masker. Sumber: Instagram/@dpmfiaiuii

“Oh iya mas, itu kemarin sebagai bentuk dokumentasi saja. Sebelum dan sesudah itu masih tetep kita terapkan protokol kesehatan. Temen-temen yang berada di dalam stage dan studio sudah dalam proses sterilisasi jadi Inshaallah berkat Yang Kuasa (Allah) semoga terhindar,” ucapnya.

Dari empat puluh sembilan jumlah keseluruh panitia, ada sekitar dua puluh lima panitia yang bertugas di lokasi secara langsung. Tidak ada syarat khusus seperti rapid test ataupun swab test bagi 25 panitia di lokasi. Rizal menganggap semua panitia telah melakukan rapid test saat memasuki wilayah Jogja.

Dengan 70 juta rupiah total anggaran yang disediakan, rangkaian acara TAMAH dilaksanakan secara online penuh mulai pembukaan hingga konser amal sekalipun. Panitia bekerja sama dengan 1 Frame Multimedia juga ADI TV dalam hal videografi dan penyiaran. TAMAH tahun ini dihadiri Gamal Albinsaid, dokter dan wirausahawan sosial, sebagai pengisi webinar, serta Budi Doremi sebagai bintang tamu konser amal.

 

 

Penulis  : Nadhira Arsya Diva

Editor    : Husain Raihan

Foto       : Abdul Khaliq Napitupulu

 

Reportase bersama:

Akhmad Abdussalam, Ilham Bayu Nugraha

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *