Judul Film                 : Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Sutradara                   : Deddy Mizwar

Penulis Naskah        : Musfar Yasin

Produser                    : Zairin Zain

Produksi                     : Citra Sinema

Tahun                         : 2010

Pemeran                     : Reza Rahadian, Tika Bravani, Asrul Dahlan, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Sonia, Tio Pakusadewo, Irfan Siagian, Angga Putra, Sakurta Ginting, Rina Hasyim, Edwin Bejo

Genre                         : Drama, Komedi

Durasi                         : 105 menit

 

Pendidikan tampaknya masih menjadi barang mewah yang belum menyentuh semua kalangan. Alih-alih duduk di bangku sekolah, masih banyak anak kecil hingga remaja yang justru terlantar menjadi anak jalanan. Bahkan, ada pula yang mengisi hari-harinya dengan mencopet. Masalah inilah yang berusaha disoroti dalam film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)”.

Film yang disutradarai Dedi Mizwar ini mengangkat cerita tentang Muluk (Reza Rahadian), seorang Sarjana Manajemen yang kesulitan mendapat pekerjaan. Sudah lama ia luntang-lantung, melamar sana-sini, namun belum juga membuahkan hasil. Serupa tapi tak sama kondisinya dengan Pipit (Tika Bravani) dan Samsul (Asrul Dahlan), yang sama-sama sarjana tapi masih juga menganggur. Tiap harinya Pipit tiada henti mengikuti kuis berhadiah di televisi, sementara Samsul menghabiskan waktu dengan bermain Gaple.

Singkat cerita, tanpa sengaja takdir mempertemukan Muluk dengan seorang pencopet cilik bernama Komet (Angga Putra). Kemudian Komet mengantarnya ke bangunan tua usang tak layak huni yang menjadi tempat mereka, para pencopet cilik, tinggal. Di sana Muluk bertemu dengan bos pencopet, Jarot (Tio Pakusadewo), dan memaparkan idenya mengelola usaha yang mereka lakukan.

Meskipun di awal terjadi penolakan, tetapi pada akhirnya Muluk bisa meyakinkan mereka, khususnya Jarot sang bos. Perlahan tapi pasti dirinya mampu memperbaiki pengelolaan uang mereka, serta meberikan pendidikan dan pengajaran dengan mengajak kedua rekannya, Samsul dan Tika.

Film ini berhasil mengangkat dua masalah utama yang terjadi dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya di kota besar, yaitu anak jalanan dan sulitnya mencari pekerjaan. Gelar sarjana tidak menjamin seseorang mudah mendapat pekerjaan. Hal inilah yang memperuncing perbedaan pandangan antara Pak Makbul (Dedi Mizwar), ayah Muluk, dengan calon besannya, Haji Sarbini (Jaja Mihardja), yang menganggap pendidikan tidak penting. Begitu pula permasalahan anak jalanan yang seperti terabaikan oleh pemerintah.

Film bergenre drama komedi ini tidak hanya membuat penontonnya cengar-cengir akan celetukan para pencopet, interaksi lucu antara Pak Makbul dengan Haji Sarbini, serta warna humor lainnya, tetapi juga membawa pesan yang sangat mendalam. Masalah moral, sosial, ekonomi, pendidikan dikemas dengan sindiran-sindiran satir yang menggelitik sekaligus terasa miris. Itulah yang menjadi kelebihan dari film ini.

Mencari kekurangan pada film ini rasanya sedikit sulit. Mungkin jika kita cermati, dalam alur ceritanya, tampak begitu mudah Jarot diajak kerjasama dan kemudian mau keluar dari dunia gelap percopetan. Tidak ada konflik yang berarti antara Muluk dengan Jarot dalam usahanya membawa para pencopet cilik keluar dari usaha yang tak halal itu.

Film ini benar-benar layak disaksikan oleh semua pihak. Masyarakat umum, dan terkhusus para pemangku kepentingan, sangat harus menyaksikan “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)”. Namun, bagi anak-anak rasanya masih perlu didampingi orang tua dalam menontonnya.

 

Penulis            : Husain Raihan

Editor             : Mu’arifatur Rahmah

 

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *